PROBOLINGGO – Warga Jalan Mastrip, Gang Ukiran, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, mengeluhkan aktivitas salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru beberapa bulan beroperasi di kawasan tersebut.
Keluhan warga terutama berkaitan dengan dugaan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai belum memadai. Selain persoalan bau, warga juga mengaku terganggu dengan suara bising yang muncul saat dapur SPPG mulai beraktivitas.
Aan, salah seorang warga setempat, mengungkapkan keluhan tersebut saat berkumpul bersama warga dalam acara barikan atau selamatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Minggu (17/8/2026) malam.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga membicarakan kondisi lingkungan di sekitar SPPG yang mulai beroperasi beberapa bulan terakhir.
Menurut Aan, aroma kurang sedap kerap tercium ketika dapur SPPG menjalankan aktivitasnya. Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan sistem IPAL yang belum memadai.
“Itu SPPG kalau beroperasi kok bau ya? Sepertinya IPAL-nya kurang memadai itu,” ujar Aan.
Keluhan serupa disampaikan Erwin, warga yang rumahnya berada tepat di belakang bangunan SPPG. Ia mengaku tidak hanya terganggu oleh aroma, tetapi juga suara dari aktivitas dapur.
“Kalau sudah mulai beroperasi, suaranya ramai sekali, bising. Apalagi mereka beroperasi ketika malam hari, dimana kita semua menggunakan waktu tersebut untuk beristirahat,” ungkap Erwin.
Warga berharap pengelola SPPG memperhatikan dampak aktivitas dapur terhadap lingkungan sekitar. Mereka meminta persoalan limbah dan kebisingan dapat segera ditangani agar keberadaan SPPG tidak mengganggu kenyamanan warga.
Selain itu, yang menjadi perhatian warga sekitar ialah, parkir motor karyawan SPPG tersebut berada di pinggir jalan. “Bukan apa ya, ini mungkin salah satu perhatian dari kami, mengingat akhir – akhir ini wilayah Kota Probolinggo kan rawan maling motor, apalagi disini kan tempatnya sepi, takut kalau motor mereka hilang, kan kasihan juga,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Gapembi Kota Probolinggo, Nur Fathur atau yang akrab disapa Gusnur, saat dikonfirmasi mengenai keluhan tersebut mengatakan akan kembali melakukan komunikasi dengan pihak pemilik SPPG.
“Saya akan komunikasikan lagi ya dengan pemiliknya,” kata Gusnur saat dikonfirmasi pada Rabu (19/8/2026) siang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi IPAL SPPG tersebut, termasuk kesesuaiannya dengan ketentuan pengelolaan limbah dan standar operasional yang berlaku.(*)






