*Konflik Myanmar Mengancam Stabilitas Thailand*
Sejak kudeta militer Myanmar pada Februari 2021, konflik internal dengan kelompok bersenjata etnis, seperti KNLA/Karen National Liberation Army, meningkat pesat. Banyak pertempuran terjadi di dekat perbatasan Thailand, membuat konflik tersebut memiliki potensi dampak lintas batas. Armada dan personel militer Myanmar serta pengungsi sering melintasi batas tanpa izin, memperuncing ketegangan.
Pada April-Mei 2025, serangan oleh kelompok etnis terhadap pasukan junta memicu pengungsian massal dan operasi militer di kawasan seperti Myawaddy, yang berbatasan langsung dengan Thailand. Pada 24 Juli 2025, militer Thailand melaporkan bahwa sebuah drone bunuh diri milik junta Myanmar jatuh di hutan wilayah Tak, berbatasan sekitar 15 km dari perbatasan ke dalam Thailand. Tidak ada korban yang dilaporkan, tetapi Thailand menyampaikan protes resmi melalui mekanisme dialog perbatasan dan menetralkan bahan peledak yang tersisa.
Insiden ini menjadi bukti nyata meluasnya konflik ke wilayah Thailand dan membangkitkan kekhawatiran akan spillover yang lebih besar. Ratusan warga Myanmar, termasuk pekerja migran di Thailand bagian barat, terdampak dengan penutupan usaha, keterbatasan akses lapangan kerja, serta potensi eksodus sebagian menuju kamp pengungsi internal. Selain itu, krisis berkepanjangan memperburuk kondisi warga, termasuk meningkatnya risiko kesehatan seperti malaria di wilayah perbatasan.
Thailand menunjukkan sikap diplomatis dengan mempertimbangkan bernegosiasi langsung dengan pihak Myanmar dan menolak mediasi pihak ketiga saat ini. Thailand juga menyatakan siap menerima hingga sekitar 100.000 pengungsi dari Myanmar jika diperlukan, sebagai langkah antisipasi atas situasi yang semakin memburuk.
Pemerintah Indonesia menanggapi situasi ini dengan menyatakan keprihatinan atas meningkatnya konflik di Myanmar dan dampaknya terhadap stabilitas regional. Indonesia menyerukan agar semua pihak di Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan mencari solusi damai melalui dialog.
Indonesia juga menyatakan kesiapannya untuk membantu proses perdamaian di Myanmar, termasuk melalui kerja sama regional ASEAN. Selain itu, Indonesia juga menyatakan kepedulian terhadap warga Myanmar yang terdampak konflik dan siap memberikan bantuan kemanusiaan jika diperlukan.
Dalam konteks ini, Indonesia menekankan pentingnya stabilitas dan keamanan di kawasan ASEAN dan menyerukan agar semua pihak untuk bekerja sama dalam mencapai solusi damai dan berkelanjutan untuk konflik di Myanmar.






