Dari Salib ke Persatuan, Hangatnya Paskah GKE Surabaya dalam Balutan Kebersamaan Lintas Budaya

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sejak awal perayaan Paskah Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Surabaya bersama Himpunan Warga Kalimantan Tengah di Surabaya (HWKTS), Minggu (12/4/2026). Bertempat di Aula Hotel Kyrie Surabaya, momen ini bukan sekadar ibadah, melainkan perjumpaan yang menguatkan rasa persaudaraan di tengah keberagaman.

Dengan tema “Kristus Bangkit, Membarui Kemanusiaan Kita”, jemaat dan tamu yang hadir diajak merenungi makna kebangkitan sebagai awal dari hidup yang baru—lebih peduli, lebih terbuka, dan lebih saling merangkul.

Kehangatan langsung terasa saat firman Tuhan dibacakan dalam bahasa Dayak Maanyan dan Dayak Ngaju. Bagi sebagian yang hadir, itu bukan hanya soal bahasa, tetapi tentang rasa “pulang” di tengah perantauan. Ada identitas yang dirawat, ada iman yang tetap hidup dalam balutan budaya.

Momen semakin menyentuh ketika drama penyaliban Yesus dipentaskan. Beberapa hadirin tampak terdiam, larut dalam suasana haru. Tak lama, suasana berubah lebih hidup melalui tarian adat Mamalan dan Manantang yang menggambarkan semangat perjuangan sekaligus harapan akan kebangkitan.

Baca Juga :  Dharma Santi Nyepi 1948 Menggema di Surabaya, Khofifah Serukan Hentikan Konflik Dunia

Di tengah suasana itu, pesan tentang persatuan mengalir kuat. Grace Evi Ekawati menyampaikan bahwa Paskah seharusnya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi pengingat untuk terus merawat kemanusiaan di tengah perbedaan.

“Di sini kita belajar, bahwa perbedaan bukan untuk dijauhkan, tapi justru dirangkul,” ujarnya.

Bagi para perantau, kebersamaan seperti ini punya makna tersendiri. Ketua HWKTS, Kalmante Tibu, menyebut komunitas menjadi tempat saling menguatkan—bukan hanya dalam iman, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari yang jauh dari kampung halaman.

Hal senada diungkapkan Ketua Panitia Thomas Tanjung. Ia melihat Paskah sebagai momen untuk memulai kembali, membuka ruang kebersamaan, dan mempererat hubungan antar sesama.

Sementara itu, Pdt. Wono mengajak jemaat memaknai “ciptaan baru” bukan sekadar konsep, tetapi perubahan nyata dalam sikap hidup—lebih peduli, lebih mengasihi. Pdt. Isolina menambahkan, pendekatan seni seperti tarian dan drama menjadi cara yang sederhana namun kuat untuk menyentuh hati, terutama generasi muda.

Baca Juga :  Polda Jatim Peringati Maulid Nabi 1448 H, Perkuat Keimanan dan Integritas Personel

Di tengah keberagaman latar belakang yang hadir, pesan yang terasa justru sederhana: kebersamaan. Frans Huwae dari FPK Jawa Timur menilai momen ini sebagai gambaran nyata bahwa nilai kebangkitan mampu mempererat toleransi dan memperkuat persatuan.

Acara ini juga dihadiri oleh tamu kehormatan seperti Pdt. Ferry J A, Raintung (Perwakilan GPIB Jawa Timur) Drs. Yansen Alison Binti, MBA adalah tokoh masyarakat Kalimantan Tengah, Ketua Umum DPN Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia.

Serta Ev. Terry Octavianus S. Pd (Kepala Perwakilan) dan didampingi pak Dr. Wahyu Heru Lukito (Perwakilan LPMI Surabaya) serta tamu kehormatan dari tubuh HWKTS & GKE, bersama para undangan dari berbagai latar belakang budaya.

Malam itu, Paskah tidak hanya dirayakan lewat doa dan pujian. Ia hidup dalam tawa, dalam sapaan hangat, dalam budaya yang ditampilkan, dan dalam hati yang saling terhubung.

Di perantauan, mereka menemukan satu hal yang sama: rasa memiliki. Bahwa di tengah perbedaan, selalu ada ruang untuk bersama.

Penulis : Grace Octovienna, S.Th., M.Miss.

Berita Terkait

Polda Jatim Peringati Maulid Nabi 1448 H, Perkuat Keimanan dan Integritas Personel
Dharma Santi Nyepi 1948 Menggema di Surabaya, Khofifah Serukan Hentikan Konflik Dunia
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Polda Jatim Peringati Maulid Nabi 1448 H, Perkuat Keimanan dan Integritas Personel

Senin, 4 Mei 2026 - 21:40 WIB

Dharma Santi Nyepi 1948 Menggema di Surabaya, Khofifah Serukan Hentikan Konflik Dunia

Senin, 13 April 2026 - 19:46 WIB

Dari Salib ke Persatuan, Hangatnya Paskah GKE Surabaya dalam Balutan Kebersamaan Lintas Budaya

Berita Terbaru