DPRD Kota Probolinggo Geram, Minta Pelaku Kekerasan Guru Ngaji Diproses Tanpa Ampun

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Gelombang kecaman terhadap aksi kekerasan guru ngaji kepada muridnya terus bergulir. Kali ini, sorotan tajam datang dari DPRD Kota Probolinggo yang mendesak aparat penegak hukum segera bertindak tegas terhadap pelaku.

Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Shanti Wilujeng, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan serius yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak nilai-nilai dasar pendidikan.

“Ini tindakan yang sangat memprihatinkan dan tidak bisa ditoleransi. Guru seharusnya mendidik dengan kasih, bukan justru melukai anak didiknya,” ujar Shanti dengan nada tegas.

Ia menegaskan, kasus ini tidak boleh berhenti pada kecaman semata. Penegakan hukum, menurutnya, harus berjalan cepat dan tanpa kompromi agar memberikan efek jera.

Baca Juga :  Polres Probolinggo Kota Siagakan 200 Personel untuk Amankan Idul Adha

“Harus diproses secara hukum. Ini bukan lagi persoalan biasa, tapi sudah masuk kategori tindak pidana. Jangan sampai ada pembiaran,” katanya.

Shanti juga menyoroti sikap pelaku yang dinilai berlebihan dalam merespons persoalan sepele. Ia menekankan, kekerasan tidak pernah menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah, terlebih jika korbannya adalah anak.

“Apapun alasannya, tidak bisa dibenarkan. Cara-cara seperti ini justru menciptakan trauma dan dampak panjang bagi korban,” tegasnya.

DPRD pun mendorong agar proses penanganan kasus dilakukan secara terbuka dan profesional, sekaligus memastikan korban mendapatkan perlindungan yang layak.

Seperti diketahui, kasus ini mencuat setelah beredarnya video singkat yang memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap seorang anak di Kota Probolinggo. Dalam rekaman tersebut, korban tampak diperlakukan kasar hingga dibanting oleh pelaku.

Baca Juga :  Pengendara Motor Kritis usai Terpeleset Tanah Liat Diduga dari IPAL Dapur SPPG di Jalan Mastrip Kota Probolinggo

Perkara ini telah dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota dan kini tengah dalam proses penyelidikan. Polisi telah memintai keterangan dari sejumlah pihak dan mengumpulkan bukti untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Informasi yang beredar menyebutkan, insiden ini dipicu hal sepele, yakni goresan pada mobil pelaku yang diduga terjadi saat korban bersepeda. Namun, reaksi pelaku yang berujung kekerasan justru memantik kemarahan publik dan menjadi perhatian serius berbagai pihak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Raphel

Berita Terkait

Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP
Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api
Pengendara Motor Kritis usai Terpeleset Tanah Liat Diduga dari IPAL Dapur SPPG di Jalan Mastrip Kota Probolinggo
Bromo Kembali Dilanda Kebakaran di Tebing Seruni Point, Aktivitas Wisata Terganggu
Prajurit Kodim 0820 Tewas dalam Kecelakaan, Baru Pulang dari Satgas Karhutla Bromo
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Laci Rombong Cilok di Tongas Probolinggo
Motor Korban Dicuri di Penginapan, Pelaku Tukar Kunci Kontak Saat Korban Mandi
Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Akibat Kebakaran Hutan Mulai 8 Agustus 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:24 WIB

Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP

Kamis, 17 September 2026 - 14:33 WIB

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Pengendara Motor Kritis usai Terpeleset Tanah Liat Diduga dari IPAL Dapur SPPG di Jalan Mastrip Kota Probolinggo

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Bromo Kembali Dilanda Kebakaran di Tebing Seruni Point, Aktivitas Wisata Terganggu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Prajurit Kodim 0820 Tewas dalam Kecelakaan, Baru Pulang dari Satgas Karhutla Bromo

Berita Terbaru