PROBOLINGGO – Gelombang kecaman terhadap aksi kekerasan guru ngaji kepada muridnya terus bergulir. Kali ini, sorotan tajam datang dari DPRD Kota Probolinggo yang mendesak aparat penegak hukum segera bertindak tegas terhadap pelaku.
Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Shanti Wilujeng, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan serius yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak nilai-nilai dasar pendidikan.
“Ini tindakan yang sangat memprihatinkan dan tidak bisa ditoleransi. Guru seharusnya mendidik dengan kasih, bukan justru melukai anak didiknya,” ujar Shanti dengan nada tegas.
Ia menegaskan, kasus ini tidak boleh berhenti pada kecaman semata. Penegakan hukum, menurutnya, harus berjalan cepat dan tanpa kompromi agar memberikan efek jera.
“Harus diproses secara hukum. Ini bukan lagi persoalan biasa, tapi sudah masuk kategori tindak pidana. Jangan sampai ada pembiaran,” katanya.
Shanti juga menyoroti sikap pelaku yang dinilai berlebihan dalam merespons persoalan sepele. Ia menekankan, kekerasan tidak pernah menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah, terlebih jika korbannya adalah anak.
“Apapun alasannya, tidak bisa dibenarkan. Cara-cara seperti ini justru menciptakan trauma dan dampak panjang bagi korban,” tegasnya.
DPRD pun mendorong agar proses penanganan kasus dilakukan secara terbuka dan profesional, sekaligus memastikan korban mendapatkan perlindungan yang layak.
Seperti diketahui, kasus ini mencuat setelah beredarnya video singkat yang memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap seorang anak di Kota Probolinggo. Dalam rekaman tersebut, korban tampak diperlakukan kasar hingga dibanting oleh pelaku.
Perkara ini telah dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota dan kini tengah dalam proses penyelidikan. Polisi telah memintai keterangan dari sejumlah pihak dan mengumpulkan bukti untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan, insiden ini dipicu hal sepele, yakni goresan pada mobil pelaku yang diduga terjadi saat korban bersepeda. Namun, reaksi pelaku yang berujung kekerasan justru memantik kemarahan publik dan menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Penulis : Raphel






