Dua Kepemimpinan PGRI di Kota Probolinggo, Pelantikan Dinilai Ilegal dan Langgar Mekanisme Organisasi

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Konflik internal di tubuh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Probolinggo kian memanas. Setelah muncul pelantikan pengurus versi Agus Lithanta di SMP Negeri 9 Kota Probolinggo, Ketua PGRI Kota Probolinggo periode 2015–2025, Slamet Zainul Arifin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sah dan menyalahi mekanisme organisasi.

Dalam pernyataannya, Slamet menyebut pelantikan itu seharusnya dilakukan oleh pengurus PGRI tingkat provinsi, bukan oleh pihak yang berada di level kota. Namun ironisnya, kegiatan tersebut justru dihadiri oleh sejumlah pejabat, bahkan Wali Kota Probolinggo.

“Yang saya sayangkan, pelantikan itu dihadiri pimpinan daerah. Padahal yang melantik bukan dari pihak provinsi Jawa Timur. Ini menyalahi aturan dan mencederai marwah organisasi,” tegas Slamet, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, tindakan itu memperkeruh situasi karena menegaskan adanya dualisme kepemimpinan di PGRI Kota Probolinggo. Slamet menilai, Agus Lithanta bersama kelompoknya telah membentuk versi sendiri yang tidak memiliki legitimasi penuh secara struktural.

Baca Juga :  Kompolnas Visitasi Dua Nominator Awards 2026 di Jateng, Soroti Inovasi Bhabinkamtibmas

“Saya juga ketua PGRI yang sah. Pak Agus punya kelompok sendiri, saya juga punya kepengurusan yang diakui. Tapi ketika pelantikan dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas, apalagi di tengah sengketa, itu pelanggaran serius,” ujarnya tajam.

Slamet membeberkan bahwa hingga kini status kepengurusan PGRI Kota Probolinggo masih dalam proses sengketa dan belum ada keputusan final.

Ia mengingatkan, pelantikan dalam situasi seperti itu tidak boleh dilakukan karena berpotensi melanggar konstitusi organisasi.

“Sengketa ini masih berjalan. Kami sudah ajukan proses sejak 13 November 2023, dan sidang terakhir digelar 14 Oktober kemarin. Hasilnya belum keluar, jadi jelas, tidak boleh ada pelantikan apa pun,” tegasnya.

Baca Juga :  Warga Joget di Air Mancur Bundaran Glaser Probolinggo, Fasilitas Ikon Kota Rusak Parah

Slamet juga mengaku prihatin terhadap sikap sebagian guru yang terjebak dalam situasi “ikut sana–ikut sini” akibat ketidakjelasan arah kepemimpinan.

“Saya kasihan pada teman-teman guru. Banyak yang bingung, karena situasinya seperti ini. Harusnya pemimpin di daerah bersikap netral dan bijak, bukan justru memperkuat salah satu kubu,” tandasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan peringatan keras kepada pejabat daerah agar tidak memihak.

“Pemerintah Kota Probolinggo harus hati-hati. Kalau masih dualisme, jangan datang ke satu pihak seolah-olah itu resmi. Ini soal integritas dan keadilan bagi guru-guru di kota ini,” pungkas Slamet dengan nada kecewa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Raphel

Berita Terkait

Satpas Polres Probolinggo Kota Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Dikaitkan Polemik Pita Cukai, Misbakhun Tegaskan Tak Pernah Terlibat
Dari Penjara Menuju Perubahan, Lapas Probolinggo Perkuat Pembinaan Keagamaan Dalam Peringatan Maulid Nabi
Kompolnas Visitasi Dua Nominator Awards 2026 di Jateng, Soroti Inovasi Bhabinkamtibmas
Stunting 26,3 Persen dan Lulusan Kuliah Hanya 3,26 Persen, PCNU Probolinggo Ajukan Tiga Rekomendasi
Sinergi Rutan Kraksaan dan Posbakumadin, Hadirkan Penyuluhan Bantuan Hukum Bagi Warga Binaan.
Terjaring Razia Pekat, 11 LC dari Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, dan Malang Diamankan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:34 WIB

Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov

Minggu, 13 September 2026 - 12:05 WIB

Dikaitkan Polemik Pita Cukai, Misbakhun Tegaskan Tak Pernah Terlibat

Sabtu, 5 September 2026 - 14:01 WIB

Dari Penjara Menuju Perubahan, Lapas Probolinggo Perkuat Pembinaan Keagamaan Dalam Peringatan Maulid Nabi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Kompolnas Visitasi Dua Nominator Awards 2026 di Jateng, Soroti Inovasi Bhabinkamtibmas

Senin, 27 Juli 2026 - 16:31 WIB

Stunting 26,3 Persen dan Lulusan Kuliah Hanya 3,26 Persen, PCNU Probolinggo Ajukan Tiga Rekomendasi

Berita Terbaru