Motor Hilang Saat Istirahat, Warga Banyuwangi Keluhkan Sikap Petugas di Kota Probolinggo

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 22:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Derita yang dialami Reva Selina, warga Banyuwangi, tak berhenti saat sepeda motor milik keluarganya raib digondol pencuri. Kekecewaan justru memuncak ketika laporan yang mereka sampaikan ke pihak kepolisian diduga tidak ditangani secara serius.

Peristiwa pencurian itu terjadi pada Rabu dini hari (1/4/2026) di Jalan Prof. Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, saat korban tengah beristirahat dalam perjalanan. Namun, alih-alih mendapat respons cepat, keluarga korban mengaku justru dihadapkan pada sikap petugas yang dinilai meremehkan.

Saat dikonfirmasi Jumat siang (3/4/2026), Reva mengungkapkan, kakaknya datang melapor ke Mapolsek Wonoasih dalam kondisi terpukul—menangis, gugup, dan kebingungan. Namun respons yang diterima jauh dari harapan.

“Bukannya ditenangkan atau dibantu, malah terkesan santai. Bahkan sempat bercanda,” ujarnya.

Ia menirukan ucapan yang diduga dilontarkan oknum petugas, “Ngopi-ngopi sek ae, opo piye mas, opo karakoean mas penak.” Kalimat tersebut, menurut Reva, terasa menohok dan memperlihatkan minimnya empati terhadap korban kejahatan.

Baca Juga :  Puluhan Hidran Tak Optimal, Damkar Kota Probolinggo Hadapi Musim Kemarau dengan Segudang Keterbatasan

“Di posisi kami yang panik dan kehilangan, itu sangat menyakitkan. Seolah masalah ini tidak penting,” tegasnya.

Tak hanya itu, Reva juga menyoroti tidak adanya kejelasan penanganan kasus. Setiap kali menanyakan perkembangan, jawaban yang diterima hanya singkat dan normatif tanpa kepastian.

“Cuma dijawab ‘iya mas, iya mas’. Tidak ada penjelasan langkah apa yang dilakukan. Jelas kami kecewa,” katanya.

Upaya mencari bantuan melalui pihak kelurahan pun disebut tak membuahkan hasil maksimal. Reva mengaku sempat dihubungi, namun komunikasi berjalan satu arah dan tidak solutif.

Lebih memprihatinkan lagi, korban disebut sempat terlantar usai melapor. Kakaknya bersama pasangan harus kebingungan di pinggir jalan tanpa bantuan berarti.

“Mereka hanya diam di pinggir jalan, bingung. Tidak ada inisiatif membantu. Sampai akhirnya bertahan di pedagang es tebu seharian,” ungkapnya dengan nada geram.

Soal fasilitas kepulangan, Reva juga mempertanyakan kepedulian aparat. Ia menyebut tidak ada tawaran bantuan transportasi. Kakaknya baru diantar ke terminal sekitar pukul 22.00 WIB—itu pun setelah meminta sendiri.

Baca Juga :  Dari HUT ke-25, Demokrat Kota Probolinggo Hadir Bersihkan Musholla Warga

“Itu bukan inisiatif petugas. Harusnya ada empati minimal untuk korban,” ujarnya.

Kekecewaan semakin bertambah ketika permintaan untuk melihat rekaman CCTV di lokasi kejadian sempat ditolak oleh warga sekitar. Alasannya, korban disebut sebagai pendatang.

“Padahal itu penting untuk mengidentifikasi pelaku. Tapi justru dipersulit,” katanya.

Kasus ini menyoroti pentingnya profesionalitas dan empati aparat dalam menangani laporan masyarakat, terlebih bagi korban kejahatan yang berada dalam kondisi rentan.

Reva berharap, selain pelaku segera ditangkap, ada evaluasi serius terhadap pelayanan yang diberikan.

“Kami hanya ingin keadilan. Dan semoga tidak ada lagi korban yang diperlakukan seperti ini,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Raphel

Berita Terkait

Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP
Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api
Pengendara Motor Kritis usai Terpeleset Tanah Liat Diduga dari IPAL Dapur SPPG di Jalan Mastrip Kota Probolinggo
Bromo Kembali Dilanda Kebakaran di Tebing Seruni Point, Aktivitas Wisata Terganggu
Prajurit Kodim 0820 Tewas dalam Kecelakaan, Baru Pulang dari Satgas Karhutla Bromo
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Laci Rombong Cilok di Tongas Probolinggo
Motor Korban Dicuri di Penginapan, Pelaku Tukar Kunci Kontak Saat Korban Mandi
Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Akibat Kebakaran Hutan Mulai 8 Agustus 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:24 WIB

Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP

Kamis, 17 September 2026 - 14:33 WIB

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Pengendara Motor Kritis usai Terpeleset Tanah Liat Diduga dari IPAL Dapur SPPG di Jalan Mastrip Kota Probolinggo

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Bromo Kembali Dilanda Kebakaran di Tebing Seruni Point, Aktivitas Wisata Terganggu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Prajurit Kodim 0820 Tewas dalam Kecelakaan, Baru Pulang dari Satgas Karhutla Bromo

Berita Terbaru