Kamuflase.id, – Sambungan…………
Ketiga, kunci utama rasa bukan kata. Jika mantra bukan kuncinya, jika bacaan bukan penentunya, lalu apa sebenarnya inti dari “Ilmu Leluhur Ini “????.
Jawabannya sederhana, tapi sangat sedikit yang sanggup menjalaninya.
Rasa bukan rasa emosi, bukan rasa marah, sedih atau swnant, melainkan rasa sadar.
Rasa yang membuat seseorang hadir sepenuhnya dalam dirinya sendiri. Orang yang hidupnya di kuasai emosi, mudah terpancing, mudah terseret, mudah dikendalikan keadaan, tapi orang yang hidup dengan rasa sadar, tidak mudah goyah.
Tahu kapan harus bicara, kapan harus diam, dan yang paling penting tahu kapan tidak perlu bereaksi.
Begitulah kekuatan mulai terasa. Leluhur percaya segala sesuatu di alam ini saling merasakan, bukan lewat kata, bukan lewat suara, tapi lewat getaran batin. Ketika batin seseorang pernah kegelisahan, lingkungan akan ikut resah.
Seseorang penuh amarah, konflik akan datang mendekat, dan ketika batin seseorang tenang dan sadar, kedua justru berhati-hati mendekap. Inilah hukum rasa yang tidak tertulis, tapi selalu bekerja. Rasa yang tertata tidak lahir dari hafalan, tapi lahir dari kesadaran yang dilatih setiap hari.
Saat dihina tidak langsung membalas, saat direndahkan tidak langsung meledak, saat dipuji tidak langsung besar kepala. Bukan karena lemah, tapi karena tahu nilai diri, dan orang yang tahu nilai dirinya tidak butuh pembuktian.
Inilah kenapa ilmu ini tidak mengajarkan menang. Karena orang yang mengejar menang selali juga kalah. Ilmu ini mengajarkan tanpa perlu sorakan, dan dari posisi berdiri inilah rasa mulai memancarkan pengaruh.
Banyak orang salah paham mengira orang yang diam itu kalah, mengira orang yang tidak melawan itu lemah
Padahal dalam ilmu leluhur, diam bisa berarti mengendalikan diri, tidak bereaksi, bisa berartienguasai dirinya sendiri lebih kuat daripada orang yang menguasai banyak orang.
Rasa yang matang tidak mencari pengakuan, tidak haus sorotan, tidak sibuk menjelaskan diri, cukup hadir apa adanya, dan anehnya kehadiran seperti inilah yang membuat orang lain merasakan wibawa tanpa sebab, bukan karena takut di serang, tapi karena tidak menemukan celah untuk meramaikan.
Maka jangan bertanya apa mantra dari Ilmu ini, karena batinmu sudah berbicara lebih dulu.
Bersambung……..
Peteng Dedet Turu Anteng Dipeluk Bumi 🙏🙏🙏
Penulis : Hisbullah Huda






