PROBOLINGGO – Tragedi mengerikan kembali terjadi di jalur menuju wisata Gunung Bromo. Sebuah bus pariwisata penuh penumpang mendadak kehilangan kendali dan mengalami kecelakaan maut di kawasan Sukapura, Minggu (14/9/2025).
Teriakan histeris penumpang memecah kesunyian pagi. Tubuh-tubuh bergelimpangan, sebagian tak bernyawa, sebagian lagi terluka parah.
Data sementara mencatat delapan orang tewas seketika, sementara 20 lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka-luka. Dari total 52 penumpang, suasana mencekam masih membekas di wajah para penyintas.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah, menegaskan pihaknya mengerahkan alat analisis canggih Traffic Accident Analysis (TAA) untuk membongkar misteri kecelakaan ini.
“Dengan TAA, kami bisa menelusuri kecepatan, posisi, hingga detik-detik terakhir sebelum bus itu berhenti. Ada 10 titik analisis yang kami gunakan. Kalau tak ada kendala, hasil segera bisa diketahui,” ujarnya dengan nada tegas.
Kini, publik dibuat penasaran: apa penyebab sesungguhnya bus maut ini terjungkal? Apakah murni rem blong, atau ada faktor kelalaian lain yang menjadi biang petaka?
Yang pasti, jalur wisata menuju Bromo kembali memakan korban jiwa. Tragedi ini meninggalkan luka mendalam, sekaligus alarm keras bagi keselamatan transportasi wisata.






