DPRD Kota Probolinggo Minta Pemeriksaan Menyeluruh atas Legalitas dan Keamanan Wisata Kum Kum

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Ryadlus Sholihin Firdaus, meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas dan aspek keselamatan wahana wisata Kum Kum. Permintaan ini disampaikan setelah muncul kembali sorotan publik terkait serangkaian insiden, termasuk kejadian beberapa minggu lalu yang mengakibatkan korban jiwa. Jumat (12/12/2025).

Ryadlus menyatakan bahwa Komisi II memiliki tanggung jawab untuk memastikan destinasi wisata yang banyak dikunjungi warga Kota Probolinggo memiliki legalitas dan pengelolaan yang jelas.

“Kami di Komisi II menyoroti Kum Kum dari sisi kepariwisataannya. Sebagai lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat, harus ada dasar hukum dan legalitas yang sah untuk menjalankan operasionalnya,” ujarnya.

Menurutnya, Komisi II akan segera menggelar rapat internal untuk membahas langkah tindak lanjut, termasuk memanggil pihak-pihak terkait guna memastikan status legalitas, pengelolaan, serta penanggung jawab utama wahana tersebut.

Baca Juga :  Kunjungan Wisata Gunung Bromo Didominasi Lewat Pintu Malang, Penginapan Jadi Salah Satu Alasan

“Dalam waktu dekat kami akan mengkaji dan memanggil beberapa pihak untuk mendalami legalitas yang dimiliki wahana Kum Kum. Apalagi sudah beberapa kali terjadi insiden, salah satunya menimbulkan korban meninggal. Pemerintah kota perlu memastikan legalitas dan keamanan lokasi tersebut,” tegasnya.

Ryadlus juga menyinggung isu yang berkembang di masyarakat dan media mengenai status lahan dan kewenangan pengelolaan Kum Kum. Meski wilayah tersebut disebut berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ia menilai Pemkot Probolinggo tetap perlu berperan aktif karena pengunjungnya banyak berasal dari Kota Probolinggo.

“Memang dari informasi yang ada, lahan itu milik provinsi dan legalitasnya belum terpenuhi. Namun sebagai pemerintah daerah, kita tetap harus memastikan keamanan bagi warga yang berkunjung,” katanya.

Selain aspek legalitas dan keselamatan, Komisi II juga akan menelusuri persoalan retribusi, seperti retribusi parkir dan potensi pendapatan lain yang seharusnya memiliki kejelasan alur penerimaan.

Baca Juga :  Stunting 26,3 Persen dan Lulusan Kuliah Hanya 3,26 Persen, PCNU Probolinggo Ajukan Tiga Rekomendasi

“Retribusi parkir dan tiket masuk harus jelas masuk ke mana. Apakah ke provinsi atau ada kemungkinan tidak tercatat. Ini perlu kami dalami,” ujarnya.

Komisi II DPRD Kota Probolinggo berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan melibatkan pengelola Kum Kum, dinas terkait, dan jika perlu pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami akan memanggil pihak-pihak yang dianggap mengetahui dan berkaitan dengan pengelolaan Kum Kum. Tujuannya untuk mendapatkan kejelasan dan memastikan pengelolaan tempat wisata ini sesuai aturan,” tutup Ryadlus.

Melalui langkah ini, DPRD berharap adanya kepastian legalitas, perbaikan manajemen, serta peningkatan aspek keselamatan bagi pengunjung demi mencegah insiden serupa terulang.

Penulis : Raphel

Berita Terkait

Jangan Khawatir, Gunung Bromo Tetap Dibuka dan Aman Dikunjungi Meski Gunung Semeru Erupsi
Kunjungan Wisata Gunung Bromo Didominasi Lewat Pintu Malang, Penginapan Jadi Salah Satu Alasan
Dari Kentongan ke Kafe: Festival Patrol Ansor Kota Probolinggo Ramaikan Ramadan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 08:11 WIB

Jangan Khawatir, Gunung Bromo Tetap Dibuka dan Aman Dikunjungi Meski Gunung Semeru Erupsi

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:56 WIB

Kunjungan Wisata Gunung Bromo Didominasi Lewat Pintu Malang, Penginapan Jadi Salah Satu Alasan

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:31 WIB

Dari Kentongan ke Kafe: Festival Patrol Ansor Kota Probolinggo Ramaikan Ramadan

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:56 WIB

DPRD Kota Probolinggo Minta Pemeriksaan Menyeluruh atas Legalitas dan Keamanan Wisata Kum Kum

Berita Terbaru