Pembacokan di Ruang Guru SDN 3 Bantaran Probolinggo, Honorer Terluka Delapan Jahitan

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Suasana SDN 3 Bantaran, Kabupaten Probolinggo, mendadak berubah mencekam setelah terjadi aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam di dalam ruang guru. Insiden yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) pagi itu mengakibatkan seorang tenaga honorer mengalami luka robek di bahu kanan dan harus menjalani perawatan intensif.

Korban diketahui bernama Nali (32), tenaga honorer yang bertugas di SDN 3 Bantaran. Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, korban diduga diserang menggunakan celurit oleh Mistar (62), seorang warga Dusun Timur Curah, Desa Bantaran.

Kapolsek Bantaran AKP Agus Eko W. Ido mengatakan, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.55 WIB di ruang guru sekolah. Akibat sabetan senjata tajam, korban langsung dievakuasi ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Luka robek di bahu kanannya harus ditutup dengan delapan jahitan.

Baca Juga :  Buntut Skandal Penipuan Miliaran, Tiktoker Luluk Nuril Akhirnya Diperiksa Polisi

“Kasus ini telah kami tangani dan saat ini masih dalam proses penyidikan,” ujar AKP Agus Eko, Senin (20/7/2026).

Polisi bergerak cepat dengan mengamankan tempat kejadian perkara, menerima laporan polisi, meminta visum et repertum, serta memeriksa korban, saksi-saksi, dan terduga pelaku. Penyidik juga terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.

Perkara ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/15/VII/2026/SPKT/Sek Bantaran/Res Probolinggo tertanggal 18 Juli 2026. Terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Baca Juga :  Pemkot Probolinggo Suntik Rp7 Miliar untuk Perseroda Bahari Tanjung Tembaga, Operasional Baru Dimulai 2027

Hingga kini, kepolisian belum mengungkap secara rinci pemicu terjadinya penganiayaan tersebut. Penyidik masih mendalami motif, hubungan antara korban dan terduga pelaku, serta rangkaian peristiwa yang berujung pada aksi kekerasan di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi tenaga pendidik dan peserta didik.

Polisi memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap fakta di balik insiden yang menggegerkan masyarakat Bantaran tersebut.(*)

Berita Terkait

Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP
Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api
Pengendara Motor Kritis usai Terpeleset Tanah Liat Diduga dari IPAL Dapur SPPG di Jalan Mastrip Kota Probolinggo
Bromo Kembali Dilanda Kebakaran di Tebing Seruni Point, Aktivitas Wisata Terganggu
Prajurit Kodim 0820 Tewas dalam Kecelakaan, Baru Pulang dari Satgas Karhutla Bromo
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Laci Rombong Cilok di Tongas Probolinggo
Motor Korban Dicuri di Penginapan, Pelaku Tukar Kunci Kontak Saat Korban Mandi
Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Akibat Kebakaran Hutan Mulai 8 Agustus 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:24 WIB

Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP

Kamis, 17 September 2026 - 14:33 WIB

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Pengendara Motor Kritis usai Terpeleset Tanah Liat Diduga dari IPAL Dapur SPPG di Jalan Mastrip Kota Probolinggo

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Bromo Kembali Dilanda Kebakaran di Tebing Seruni Point, Aktivitas Wisata Terganggu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Prajurit Kodim 0820 Tewas dalam Kecelakaan, Baru Pulang dari Satgas Karhutla Bromo

Berita Terbaru