Remaja Diminta Bijak Bermedsos, Tekanan Mental dan Perundungan Jadi Pemicu Kasus Bunuh Diri di Kota Probolinggo

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, – Maraknya kasus bunuh diri (bundir) di kalangan remaja di Kota Probolinggo menjadi perhatian serius. Beragam faktor disebut menjadi pemicu, mulai dari tekanan psikologis, dampak penggunaan media sosial, hingga perundungan di lingkungan sekolah.

Salah satu pemerhati sosial, Santi, mengimbau para remaja agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Menurutnya, arus informasi yang begitu cepat kerap berdampak langsung pada kondisi mental pengguna, khususnya usia pelajar.

“Kita tahu sendiri bagaimana media sosial begitu cepatnya menyebarkan informasi. Cukup sekali pencet, berita bisa sampai ke mana-mana,” ujarnya kepada beritabangsa.id, Jumat (24/4/2026).

Ia menegaskan, dalam konteks kehidupan pelajar, penggunaan media sosial harus disikapi dengan kedewasaan. Pasalnya, tidak sedikit kasus yang berawal dari aktivitas di dunia maya kemudian berdampak di dunia nyata.

Baca Juga :  Warga Keluhkan SPPG di Jalan Mastrip Kota Probolinggo, Bau Limbah dan Bising di Malam Hari

“Contoh saja, belum lama ini ada kasus murid yang mengejek guru dan langsung viral. Di situ, kondisi psikologis dan mental pengguna benar-benar diuji,” katanya.

Santi yang akrab disapa demikian menambahkan, upaya pencegahan depresi di kalangan remaja tidak bisa dilepaskan dari peran lingkungan terdekat. Pendampingan, baik dari sekolah maupun keluarga, dinilai menjadi kunci utama.

Menurutnya, remaja dengan latar belakang keluarga tidak utuh atau broken home cenderung lebih rentan mengalami tekanan mental jika tidak mendapat perhatian yang cukup.

Baca Juga :  Dendam Lama! Empat Perempuan di Probolinggo Serbu Rumah Tetangga, Ibu dan Lansia Jadi Korban

“Peran orang tua itu sangat penting. Anak yang merasa kurang diperhatikan bisa menjadi murung, tidak terarah, bahkan memberontak. Orang tua harus hadir dan memberi perhatian yang tepat serta terarah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo telah menyediakan layanan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk remaja yang mengalami depresi atau memiliki kecenderungan menyakiti diri sendiri.

“Di Kota Probolinggo ada layanan pendampingan gratis melalui Dinas Sosial. Ini bisa dimanfaatkan oleh orang tua maupun remaja yang sedang menghadapi masa sulit,” pungkasnya.

Penulis : Raphel

Berita Terkait

Awali Tahun Ajaran Baru, 30 Siswa SRT 7 Kota Probolinggo Ikuti MPLS
Realisasi Seragam Gratis Baru Separuh, DPRD Kota Probolinggo Soroti Kinerja Disdikbud
Belanja Pegawai Hampir 40 Persen, DPRD Probolinggo Desak Pemkot Tekan hingga 30 Persen
Pansus DPRD Kota Probolinggo Soroti Kerusakan Puluhan Sekolah dan Ketimpangan Sektor Pendidikan-Kebudayaan
FKUB Kota Probolinggo Perkuat Budaya Moderasi Beragama di SDIT Tahfidz BINTANGKU
Disdikbud Kota Probolinggo Keluarkan Himbauan Waspada Penipuan dan Penculikan Anak Sekolah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:46 WIB

Awali Tahun Ajaran Baru, 30 Siswa SRT 7 Kota Probolinggo Ikuti MPLS

Kamis, 30 April 2026 - 13:55 WIB

Remaja Diminta Bijak Bermedsos, Tekanan Mental dan Perundungan Jadi Pemicu Kasus Bunuh Diri di Kota Probolinggo

Senin, 20 April 2026 - 14:19 WIB

Realisasi Seragam Gratis Baru Separuh, DPRD Kota Probolinggo Soroti Kinerja Disdikbud

Senin, 20 April 2026 - 14:15 WIB

Belanja Pegawai Hampir 40 Persen, DPRD Probolinggo Desak Pemkot Tekan hingga 30 Persen

Jumat, 10 April 2026 - 17:26 WIB

Pansus DPRD Kota Probolinggo Soroti Kerusakan Puluhan Sekolah dan Ketimpangan Sektor Pendidikan-Kebudayaan

Berita Terbaru