PROBOLINGGO, – Pengadaan alat fogging untuk mencegah kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo sebesar Rp. 55 juta disoal Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Probolinggo, Selasa (25/11/2025) malam. Anggarannya dinilai mahal.
Hal ini disampaikan oleh Anggota Banggar DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi. Menurutnya dengan anggaran Rp. 55.500.000 terlalu mahal untuk satu alat fogging. “Saya cari tahu itu, ada kok yang 25 juta, 30 juta. Kalau 50 juta bahkan lebih itu kayaknya kok terlalu mahal ya?” ujarnya.
Kepala Dinkes Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi mengatakan Dinkes membeli alat fogging menggunakan inaproc atau e-catalog. “Harga yang tercantum di e-catalog demikian pak. Jadi kita pengadaan sesuai yang ada di e-catalog,” ujarnya.
Sibro kembali menjawab. Menurutnya apa alasan pengadaan alat fogging dengan anggaran yang disebut mahal tersebut. “Lha iya, kenapa kok yang mahal. Itu kayak gimana alatnya, bisa terbang? alasannya itu lho apa beli alat yang mahal?” katanya.
dr. Intan meminta waktu untuk menjawab pernyataan Sibro.
Saat dikonfirmasi, dr. Intan menjelaskan pengadaan alat foging yg direncanakan disesuaikan dengan harga di e-catalog. “Dibeli itu sesuai e catalog harga Rp. 55 juta. Dari Banggar kemarin itu kam ditanya apakah ada yang lebih murah. Ya kita coba beli yang murah,” katanya melalui pesan singkat Rabu (26/11/2025) pagi.
Alat fogging yang direncanakan Dinkes merupakan produk “Type SN 50”. Mesin Fogging merek SWINGFOG, dengan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 28.69%, sertifikat ini dimiliki oleh PT. Inesco Estikakreasi.
dr. Intan menambahkan kasus penyakit DBD di Kota Probolinggo perlu perhatian serius. Sebab, setiap tahunnya ada pasien yang meninggal. “Perhari ini tercatat 289 orang dengan 4 pasien meninggal dunia. Tahun kemarin juga ads pasien meninggal. Ini perlu kita perhatikan bersama,” tuturnya.
Penulis : Raphel






