Usai Renovasi, Sentra Kuliner GOR A. Yani Kota Probolinggo Sepi Pembeli, PKL Sindir Janji Kampanye Wali Kota

- Penulis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Harapan pedagang UMKM di sentra kuliner GOR A. Yani, Jalan dr. Soetomo, Kelurahan Tisnonegaran, Kota Probolinggo, justru berubah menjadi keluhan. Alih-alih mendongkrak aktivitas ekonomi, renovasi kawasan tersebut malah membuat pedagang kehilangan pelanggan.

Keluhan itu disampaikan para pedagang saat ditemui pada Jumat (6/3/2026) siang. Mereka mengaku kondisi usaha kini jauh menurun dibanding sebelum kawasan kuliner tersebut direnovasi.

Misyana, salah satu pemilik warung di lokasi tersebut, mengatakan sebelum renovasi, kawasan kuliner GOR A. Yani selalu ramai, terutama saat bulan Ramadan. Dalam sehari ia bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu rupiah.

“Kalau Ramadan dulu ramai sekali. Sehari bisa dapat untung ratusan ribu,” ujarnya.

Namun setelah renovasi dilakukan, kondisi berbalik drastis. Ia mengaku kini mendapatkan pembeli saja sudah menjadi hal yang patut disyukuri.

“Sekarang ada yang beli saja sudah bersyukur,” keluhnya.

Baca Juga :  DPRD Kota Probolinggo Sodorkan Solusi THR PPPK, Eksekutif Masih Berlindung Regulasi?

Menurutnya, sepinya pelanggan bukan tanpa sebab. Kondisi sentra kuliner saat ini dinilai tidak nyaman, baik bagi pedagang maupun pengunjung. Para pedagang harus berjualan di area terbuka tanpa perlindungan memadai.

“Kalau hujan ya kehujanan, kalau panas ya kepanasan seperti sekarang,” katanya.

Tak hanya itu, fasilitas tempat duduk pelanggan juga dinilai jauh lebih minim dibanding sebelum direnovasi, sehingga pengunjung enggan berlama-lama di lokasi.

Kekecewaan para pedagang bahkan menyeret janji kampanye Wali Kota Probolinggo terpilih, Aminuddin. Mereka mengaku dulu sempat dijanjikan perhatian terhadap pelaku UMKM.

“Dulu waktu kampanye katanya PKL dan UMKM akan diayomi. Bahkan dijanjikan bantuan Rp1 juta untuk setiap pelaku usaha. Tapi sampai sekarang tidak ada,” ujar Misyana.

Sebagai bentuk sindiran, ia bahkan melontarkan pernyataan menantang jika janji tersebut benar-benar ditepati.

Baca Juga :  Di Balik Cairnya JHT PPPK Paruh Waktu Pemkot Probolinggo, Ada Hak yang Harus Dikorbankan

“Kalau memang Pak Aminudin menepati janji kampanyenya, saya siap bagi sepuluh porsi rawon gratis di depan GOR,” ucapnya.

Pantauan di lokasi, suasana sentra kuliner GOR A. Yani terlihat lengang. Area tempat duduk pelanggan minim dan sebagian terbuka tanpa atap, membuat pengunjung harus menahan panas matahari atau kehujanan saat cuaca buruk.

Kondisi ini jauh berbeda dengan tahun lalu sebelum renovasi dilakukan. Saat itu kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik kuliner yang selalu ramai, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Kini, para pedagang hanya bisa pasrah menghadapi sepinya pembeli, sambil berharap ada perhatian dari pemerintah agar kawasan kuliner tersebut kembali hidup dan tidak semakin mematikan usaha kecil di sekitarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Raphel

Berita Terkait

DPRD Kota Probolinggo Mulai Bahas Kepastian Hukum Imamudin, Forsimapro: Sudah 11 Tahun Tanpa Payung Regulasi
DPRD Kota Probolinggo Perketat Pengawasan Proyek Pedestrian Tjokroaminoto Rp4,8 Miliar
DPRD Kota Probolinggo Bantah Isu Pemangkasan, Pastikan Honor Guru Ngaji Tetap Dikawal Hingga 2027
Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo Ditunda, Wali Kota Absen di Agenda Krusial LKPJ 2025
Pansus DPRD Kota Probolinggo Kuliti LKPJ 2025, Anggaran Budaya Cuma 0,2 Persen, Data Bantuan Siswa Berantakan
Banner Satir Terbentang, Suporter Persipro Gugat Kebijakan Stadion Bayuangga Kota Probolinggo
Rp17,16 Miliar untuk 7 Proyek 2026, DPRD Kota Probolinggo Warning PUPR: Jangan Sampai Terulang Putus Kontrak
DPRD Kota Probolinggo Sodorkan Solusi THR PPPK, Eksekutif Masih Berlindung Regulasi?
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 18:25 WIB

DPRD Kota Probolinggo Mulai Bahas Kepastian Hukum Imamudin, Forsimapro: Sudah 11 Tahun Tanpa Payung Regulasi

Senin, 29 Juni 2026 - 19:50 WIB

DPRD Kota Probolinggo Perketat Pengawasan Proyek Pedestrian Tjokroaminoto Rp4,8 Miliar

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:11 WIB

DPRD Kota Probolinggo Bantah Isu Pemangkasan, Pastikan Honor Guru Ngaji Tetap Dikawal Hingga 2027

Senin, 20 April 2026 - 12:59 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo Ditunda, Wali Kota Absen di Agenda Krusial LKPJ 2025

Kamis, 9 April 2026 - 13:15 WIB

Pansus DPRD Kota Probolinggo Kuliti LKPJ 2025, Anggaran Budaya Cuma 0,2 Persen, Data Bantuan Siswa Berantakan

Berita Terbaru