Banner Satir Terbentang, Suporter Persipro Gugat Kebijakan Stadion Bayuangga Kota Probolinggo

- Penulis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Suasana depan Stadion Bayuangga, Selasa (3/3/2026) malam, mendadak berubah tegang. Sekitar pukul 22.00 WIB, suporter Persipro yang tergabung dalam Curva Sud menggelar aksi protes. Mereka meluapkan kekecewaan atas penggunaan stadion untuk event non-sepak bola.

Sebuah banner bernada satir dibentangkan di gerbang utama: “Disewakan!! Bisa digunakan untuk segala jenis event selain sepak bola.” Kalimat itu menjadi simbol kemarahan suporter yang menilai “rumah” mereka kini lebih ramah pada hiburan komersial ketimbang pertandingan bola.

Tak sekadar berdiri dan berorasi, suporter juga memainkan bola di depan pintu stadion. Aksi itu menjadi pesan keras: jika lapangan tak lagi menjadi prioritas, maka jalanan pun jadi tempat mereka bermain.

Perwakilan Curva Sud, Ali, secara terbuka menyatakan penolakan. Ia menilai keputusan menjadikan stadion sebagai lokasi hiburan di luar agenda sepak bola berpotensi merugikan fasilitas utama, terutama kualitas rumput lapangan.

“Kami menolak dan kecewa dengan penunjukan Stadion Bayuangga untuk event selain sepak bola. Stadion itu rumah bagi sepak bola Kota Probolinggo,” tegasnya.

Baca Juga :  P1 Jatuh Tempo, Proyek Tugu Batas Kota Probolinggo Masih 85 Persen, DPRD Lakukan Sidak

Menurutnya, kekhawatiran bukan tanpa alasan. Event besar dengan panggung dan peralatan berat dinilai rawan merusak lapangan. Jika kerusakan terjadi, siapa yang bertanggung jawab? Apakah ada jaminan pemulihan cepat sebelum musim kompetisi?

Curva Sud mendesak transparansi dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) sebagai pengelola stadion. Mereka mempertanyakan secara tegas mekanisme pertanggungjawaban penyelenggara jika fasilitas rusak pascaacara.

“Kami ingin ada transparansi dari Dispopar mengenai tanggung jawab penyelenggara event jika terjadi kerusakan fasilitas stadion, khususnya lapangan setelah digunakan,” lanjut Ali.

Yang membuat kekecewaan semakin dalam, kata dia, hingga kini belum pernah ada komunikasi atau diskusi antara pemerintah daerah dengan suporter terkait kebijakan penggunaan stadion untuk kegiatan non-olahraga.

“Tidak pernah ada diskusi,” ujarnya singkat.

Suporter juga menyinggung nasib Persipro ke depan. Mereka berharap pemerintah tidak hanya menjadikan stadion sebagai aset yang disewakan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan dan kebangkitan sepak bola daerah.

“Semoga ke depannya fasilitas Stadion Bayuangga lebih diperhatikan, dan pemerintah juga memperhatikan nasib Persipro musim depan dengan bersinergi langsung bersama pengurus dan suporter untuk kemajuan sepak bola Kota Probolinggo,” tandasnya.

Baca Juga :  Harlah Muslimat NU, Kapolres Probolinggo Kota Turun Langsung Cek Keamanan

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Probolinggo, Eko Purwanto, menyatakan bahwa pihaknya masih menyewa stadion secara tahunan kepada Pemkot melalui Dispopar. Namun ia menegaskan, kewenangan kebijakan tetap berada di tangan pengelola.

“Askot PSSI Kota Probolinggo masih tetap sewa tahunan ke Pemkot melalui Dispopar. Karena stadion merupakan kewenangan Dispopar, maka kebijakan ada di Dispopar,” ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (4/3/2026).

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dispopar Kota Probolinggo, M. Abbas, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilayangkan.

Aksi Curva Sud menjadi alarm keras: ketika stadion lebih sibuk menjadi panggung hiburan, publik mulai bertanya — apakah sepak bola di Kota Probolinggo masih menjadi prioritas, atau justru tersisih di rumahnya sendiri?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Raphel

Berita Terkait

DPRD Kota Probolinggo Mulai Bahas Kepastian Hukum Imamudin, Forsimapro: Sudah 11 Tahun Tanpa Payung Regulasi
DPRD Kota Probolinggo Perketat Pengawasan Proyek Pedestrian Tjokroaminoto Rp4,8 Miliar
DPRD Kota Probolinggo Bantah Isu Pemangkasan, Pastikan Honor Guru Ngaji Tetap Dikawal Hingga 2027
Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo Ditunda, Wali Kota Absen di Agenda Krusial LKPJ 2025
Pansus DPRD Kota Probolinggo Kuliti LKPJ 2025, Anggaran Budaya Cuma 0,2 Persen, Data Bantuan Siswa Berantakan
Usai Renovasi, Sentra Kuliner GOR A. Yani Kota Probolinggo Sepi Pembeli, PKL Sindir Janji Kampanye Wali Kota
Rp17,16 Miliar untuk 7 Proyek 2026, DPRD Kota Probolinggo Warning PUPR: Jangan Sampai Terulang Putus Kontrak
DPRD Kota Probolinggo Sodorkan Solusi THR PPPK, Eksekutif Masih Berlindung Regulasi?
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 18:25 WIB

DPRD Kota Probolinggo Mulai Bahas Kepastian Hukum Imamudin, Forsimapro: Sudah 11 Tahun Tanpa Payung Regulasi

Senin, 29 Juni 2026 - 19:50 WIB

DPRD Kota Probolinggo Perketat Pengawasan Proyek Pedestrian Tjokroaminoto Rp4,8 Miliar

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:11 WIB

DPRD Kota Probolinggo Bantah Isu Pemangkasan, Pastikan Honor Guru Ngaji Tetap Dikawal Hingga 2027

Senin, 20 April 2026 - 12:59 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo Ditunda, Wali Kota Absen di Agenda Krusial LKPJ 2025

Kamis, 9 April 2026 - 13:15 WIB

Pansus DPRD Kota Probolinggo Kuliti LKPJ 2025, Anggaran Budaya Cuma 0,2 Persen, Data Bantuan Siswa Berantakan

Berita Terbaru