Pengadaan Alat Fogging Dinkes Kota Probolinggo Disoal Terlalu Mahal, Dinkes: Ada Pasien Meninggal Tiap Tahun

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, – Pengadaan alat fogging untuk mencegah kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo sebesar Rp. 55 juta disoal Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Probolinggo, Selasa (25/11/2025) malam. Anggarannya dinilai mahal.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Banggar DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi. Menurutnya dengan anggaran Rp. 55.500.000 terlalu mahal untuk satu alat fogging. “Saya cari tahu itu, ada kok yang 25 juta, 30 juta. Kalau 50 juta bahkan lebih itu kayaknya kok terlalu mahal ya?” ujarnya.

Kepala Dinkes Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi mengatakan Dinkes membeli alat fogging menggunakan inaproc atau e-catalog. “Harga yang tercantum di e-catalog demikian pak. Jadi kita pengadaan sesuai yang ada di e-catalog,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Probolinggo Kota Siagakan 200 Personel untuk Amankan Idul Adha

Sibro kembali menjawab. Menurutnya apa alasan pengadaan alat fogging dengan anggaran yang disebut mahal tersebut. “Lha iya, kenapa kok yang mahal. Itu kayak gimana alatnya, bisa terbang? alasannya itu lho apa beli alat yang mahal?” katanya.

dr. Intan meminta waktu untuk menjawab pernyataan Sibro.

Saat dikonfirmasi, dr. Intan menjelaskan pengadaan alat foging yg direncanakan disesuaikan dengan harga di e-catalog. “Dibeli itu sesuai e catalog harga Rp. 55 juta. Dari Banggar kemarin itu kam ditanya apakah ada yang lebih murah. Ya kita coba beli yang murah,” katanya melalui pesan singkat Rabu (26/11/2025) pagi.

Baca Juga :  Banner Satir Terbentang, Suporter Persipro Gugat Kebijakan Stadion Bayuangga Kota Probolinggo

Alat fogging yang direncanakan Dinkes merupakan produk “Type SN 50”. Mesin Fogging merek SWINGFOG, dengan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 28.69%, sertifikat ini dimiliki oleh PT. Inesco Estikakreasi.

dr. Intan menambahkan kasus penyakit DBD di Kota Probolinggo perlu perhatian serius. Sebab, setiap tahunnya ada pasien yang meninggal. “Perhari ini tercatat 289 orang dengan 4 pasien meninggal dunia. Tahun kemarin juga ads pasien meninggal. Ini perlu kita perhatikan bersama,” tuturnya.

Penulis : Raphel

Berita Terkait

DPRD Kota Probolinggo Mulai Bahas Kepastian Hukum Imamudin, Forsimapro: Sudah 11 Tahun Tanpa Payung Regulasi
DPRD Kota Probolinggo Perketat Pengawasan Proyek Pedestrian Tjokroaminoto Rp4,8 Miliar
DPRD Kota Probolinggo Bantah Isu Pemangkasan, Pastikan Honor Guru Ngaji Tetap Dikawal Hingga 2027
Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo Ditunda, Wali Kota Absen di Agenda Krusial LKPJ 2025
Pansus DPRD Kota Probolinggo Kuliti LKPJ 2025, Anggaran Budaya Cuma 0,2 Persen, Data Bantuan Siswa Berantakan
Banner Satir Terbentang, Suporter Persipro Gugat Kebijakan Stadion Bayuangga Kota Probolinggo
Usai Renovasi, Sentra Kuliner GOR A. Yani Kota Probolinggo Sepi Pembeli, PKL Sindir Janji Kampanye Wali Kota
Rp17,16 Miliar untuk 7 Proyek 2026, DPRD Kota Probolinggo Warning PUPR: Jangan Sampai Terulang Putus Kontrak
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 18:25 WIB

DPRD Kota Probolinggo Mulai Bahas Kepastian Hukum Imamudin, Forsimapro: Sudah 11 Tahun Tanpa Payung Regulasi

Senin, 29 Juni 2026 - 19:50 WIB

DPRD Kota Probolinggo Perketat Pengawasan Proyek Pedestrian Tjokroaminoto Rp4,8 Miliar

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:11 WIB

DPRD Kota Probolinggo Bantah Isu Pemangkasan, Pastikan Honor Guru Ngaji Tetap Dikawal Hingga 2027

Senin, 20 April 2026 - 12:59 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo Ditunda, Wali Kota Absen di Agenda Krusial LKPJ 2025

Kamis, 9 April 2026 - 13:15 WIB

Pansus DPRD Kota Probolinggo Kuliti LKPJ 2025, Anggaran Budaya Cuma 0,2 Persen, Data Bantuan Siswa Berantakan

Berita Terbaru