Reses Abdul Mujib Disorot, 40 Usulan Hibah Kambing Warga Wonoasih Masih Mengendap

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib, di Kantor DPC PKB Kota Probolinggo, memunculkan sorotan tajam soal realisasi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Forum yang dihadiri warga, khususnya dari Kecamatan Wonoasih, didominasi keluhan terkait hibah bibit ternak kambing yang dinilai belum maksimal. Dari 74 usulan pasangan kambing yang diajukan pada 2025, hanya 34 pasangan yang berhasil diakomodasi pemerintah daerah. Artinya, 40 usulan lainnya hingga kini masih menggantung tanpa kepastian realisasi.

Warga meminta agar mekanisme pengajuan hibah dipermudah dan tidak berhenti sebatas janji politik saat reses. Mereka berharap DPRD benar-benar mengawal agar bantuan tepat sasaran dan tidak tersendat di tahapan administrasi.

Baca Juga :  CFD di Jalan Suroyo Disoal, FKUB RDP Dengan DPRD Kota Probolinggo

Mujib mengakui belum seluruh usulan bisa terealisasi. Namun ia memastikan, 34 pasangan kambing yang telah disetujui anggarannya tinggal menunggu pelaksanaan.

“34 pasang kambing kemarin yang lolos dan itu insyaAllah anggarannya sudah dapat saya pastikan ada, tinggal pelaksanaannya antara bulan 6 atau 7 tahun ini, menunggu pemeriksaan dari BPK,” ujar Mujib, Minggu (01/03/2026).

Meski anggaran disebut sudah tersedia, pelaksanaan tetap menunggu proses pemeriksaan. Hal ini memunculkan pertanyaan di kalangan warga soal lamanya jeda antara penganggaran dan realisasi di lapangan.

Baca Juga :  Sari Yuliati Perkokoh Semangat Kebangsaan Kader Golkar di Sakra Timur: "4 Pilar Adalah Harga Mati

Sementara untuk 40 pasangan kambing yang belum terakomodasi, Mujib menyatakan akan kembali mengusulkannya pada tahun anggaran berikutnya.

“Untuk usulan yang mengendap ini tetap kami pertahankan dan kami usulkan kembali untuk masuk di pelaksanaan tahun depan,” jelasnya.

Persoalan ini menjadi pekerjaan rumah bagi DPRD dan pemerintah daerah. Sebab, bagi kelompok penerima manfaat, hibah ternak bukan sekadar bantuan simbolik, melainkan penopang ekonomi keluarga. Tanpa kepastian realisasi menyeluruh, aspirasi yang diserap saat reses berisiko kembali menjadi daftar tunggu panjang.

Penulis : Raphel

Berita Terkait

Dari HUT ke-25, Demokrat Kota Probolinggo Hadir Bersihkan Musholla Warga
NasDem Pasang Target 14 Kursi, Bisakah Dini Rahmania Kembalikan Kejayaan di Probolinggo?
Perkokoh Ideologi Bangsa hingga Tingkat Kecamatan, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Labuhan Haji
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Persatuan di Lombok Tengah
Reses Gerindra di Wonoasih, Infrastruktur Jadi Sorotan dan Warga Didorong Ambil Peran di Program Prabowo
Prokir Diperketat, Warga Tak Bisa Lagi Ajukan Bantuan Perorangan
Perkuat Ideologi Bangsa, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Sosialisasikan 4 Pilar di Montong Gading Lombok Timur
Sari Yuliati Perkokoh Semangat Kebangsaan Kader Golkar di Sakra Timur: “4 Pilar Adalah Harga Mati
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Dari HUT ke-25, Demokrat Kota Probolinggo Hadir Bersihkan Musholla Warga

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:06 WIB

NasDem Pasang Target 14 Kursi, Bisakah Dini Rahmania Kembalikan Kejayaan di Probolinggo?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:37 WIB

Perkokoh Ideologi Bangsa hingga Tingkat Kecamatan, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Labuhan Haji

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:21 WIB

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Persatuan di Lombok Tengah

Senin, 2 Maret 2026 - 00:24 WIB

Reses Gerindra di Wonoasih, Infrastruktur Jadi Sorotan dan Warga Didorong Ambil Peran di Program Prabowo

Berita Terbaru