PROBOLINGGO – Konsolidasi yang digelar Partai NasDem di GOR Mastrip, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Minggu (2/8/2026), bukan sekadar agenda rutin menjelang Pemilu 2029. Di balik kehadiran sekitar 1.500 kader dan simpatisan, tersimpan pekerjaan besar yang harus diselesaikan partai setelah kehilangan separuh kekuatan politiknya di DPRD Kabupaten Probolinggo pada Pemilu 2024.
Melalui kegiatan bertajuk SAPA (Serap Aspirasi) Restorasi – Menguatkan Struktur, Memenangkan HATI Rakyat, jajaran DPP hingga DPD Partai NasDem mengirimkan sinyal bahwa Probolinggo kembali menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan untuk dibangun.
Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim turun langsung memimpin konsolidasi bersama Sekretaris DPW NasDem Jawa Timur Aminurrokhman dan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, Dini Rahmania.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Probolinggo bukan daerah biasa bagi NasDem. Wilayah ini pernah menjadi simbol kekuatan partai di Jawa Timur.
Pada Pemilu 2014, NasDem langsung tampil sebagai pemenang dengan mengamankan 14 kursi DPRD Kabupaten Probolinggo. Lima tahun kemudian, jumlah kursi bahkan meningkat menjadi 16, menjadikan NasDem sebagai kekuatan dominan di parlemen daerah dan berhasil menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD selama dua periode berturut-turut.
Namun, dominasi itu runtuh pada Pemilu 2024.
Perolehan kursi NasDem turun drastis menjadi delapan. Dalam satu periode pemilu, partai kehilangan separuh kursinya dan tergeser ke posisi keempat di bawah Golkar, PKB, dan Gerindra.
Penurunan tersebut menjadi fakta politik yang kini dihadapi NasDem. Konsolidasi kali ini menjadi momentum evaluasi sekaligus upaya membangun kembali mesin partai hingga tingkat bawah.
Meski demikian, dalam kegiatan tersebut belum diungkap secara rinci faktor-faktor yang menyebabkan turunnya perolehan kursi pada Pemilu 2024. Tidak ada paparan terbuka mengenai evaluasi internal maupun strategi yang sebelumnya dinilai kurang efektif.
Sebaliknya, para petinggi partai memilih menegaskan optimisme untuk bangkit.
Sekretaris DPW Partai NasDem Jawa Timur Aminurrokhman mengatakan konsolidasi dilakukan sebagai langkah awal merebut kembali kemenangan pada Pemilu 2029.
“Sekarang waktunya bangkit. Kehadiran Sekjen menunjukkan keseriusan DPP untuk memastikan NasDem Probolinggo kembali menjadi kekuatan utama,” ujarnya.
Sementara itu, Hermawi Taslim menegaskan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki nilai historis bagi perjalanan Partai NasDem.
Menurutnya, Ketua Umum Surya Paloh selalu menyebut Probolinggo sebagai salah satu daerah yang lebih dulu memiliki struktur partai yang kuat ketika NasDem mulai berkembang di Pulau Jawa.
“Probolinggo adalah aset NasDem sejak awal. Karena itu kami datang untuk memberikan apresiasi sekaligus memastikan semangat kader tetap terjaga menghadapi Pemilu 2029,” kata Hermawi.
Tantangan berikutnya berada di tangan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, Dini Rahmania, yang memimpin kepengurusan daerah sekitar setahun terakhir.
Dini memasang target cukup tinggi, yakni mengembalikan perolehan kursi DPRD Kabupaten Probolinggo menjadi sedikitnya 14 kursi pada Pemilu 2029.
“Paling tidak mendapatkan 14 kursi,” tegasnya.
Target tersebut berarti NasDem harus menambah sedikitnya enam kursi dibanding hasil Pemilu 2024. Pencapaian itu akan bergantung pada efektivitas konsolidasi organisasi, kemampuan membangun kembali kepercayaan pemilih, serta strategi menghadapi persaingan politik yang diperkirakan semakin ketat pada Pemilu 2029.
Konsolidasi di Probolinggo menjadi penanda bahwa NasDem telah memulai proses tersebut. Namun, apakah langkah ini cukup untuk mengembalikan kejayaan yang pernah diraih satu dekade lalu, jawabannya baru akan terlihat ketika kontestasi politik 2029 dimulai.(*)






