DPRD Kota Probolinggo Bantah Isu Pemangkasan, Pastikan Honor Guru Ngaji Tetap Dikawal Hingga 2027

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Probolinggo angkat bicara terkait isu pemangkasan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan honor guru ngaji hingga 50 persen. DPRD menegaskan, kabar tersebut tidak sesuai dengan arah pembahasan anggaran yang sedang berlangsung.

Ketua DPRD Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Shinta, menyatakan pihaknya justru berada di garis depan untuk mempertahankan alokasi anggaran tersebut. Ia menekankan, hingga saat ini tidak ada keputusan resmi terkait pemotongan seperti yang beredar di masyarakat.

“Perlu kami tegaskan, tidak ada kebijakan pemangkasan 50 persen seperti isu yang berkembang. Banggar justru berupaya keras agar anggaran BOSDA dan honor guru ngaji tetap terjaga,” ujarnya saat menerima audiensi GP Ansor di ruang Komisi III, Rabu (6/5/2026).

Menurut Shinta, dinamika pembahasan anggaran memang tengah berlangsung, termasuk adanya tekanan efisiensi di berbagai sektor. Namun, ia memastikan sektor pendidikan keagamaan menjadi perhatian khusus DPRD.

Baca Juga :  Pengadaan Alat Fogging Dinkes Kota Probolinggo Disoal Terlalu Mahal, Dinkes: Ada Pasien Meninggal Tiap Tahun

“Pembahasan masih berjalan. Kami di Banggar berusaha menahan agar tidak terjadi pengurangan signifikan, terutama untuk guru ngaji yang punya peran penting di masyarakat,” tegasnya.

Ia juga membuka ruang pengawalan publik agar proses penganggaran berjalan transparan. DPRD, kata dia, siap dikritisi sekaligus didukung dalam upaya mempertahankan anggaran tersebut.

“Silakan dikawal bersama. Kami terbuka, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, DPRD dan GP Ansor sepakat mengawal alokasi BOSDA dan honor guru ngaji pada dua momentum krusial, yakni Perubahan Anggaran dan Kebutuhan (PAK) tahun berjalan serta pembahasan anggaran murni tahun 2027.

Baca Juga :  Santri dan Kiai Geruduk DPRD Kota Probolinggo, Desak Trans7 Minta Maaf

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, menyatakan pihaknya akan memastikan komitmen DPRD tersebut benar-benar terealisasi. Ia menegaskan, audiensi ini bukan akhir, melainkan awal pengawalan.

“Kami menghargai penjelasan dari DPRD. Tapi kami juga akan terus memantau sampai realisasinya jelas. Kalau belum terealisasi, kami akan tetap bersuara,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah mengambil kebijakan yang berpihak pada para guru, khususnya guru ngaji yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Dengan adanya klarifikasi dari DPRD, isu pemangkasan yang sempat memicu keresahan mulai mereda. Namun, publik masih menanti pembuktian pada pembahasan anggaran selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Raphel

Berita Terkait

DPRD Kota Probolinggo Mulai Bahas Kepastian Hukum Imamudin, Forsimapro: Sudah 11 Tahun Tanpa Payung Regulasi
DPRD Kota Probolinggo Perketat Pengawasan Proyek Pedestrian Tjokroaminoto Rp4,8 Miliar
Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo Ditunda, Wali Kota Absen di Agenda Krusial LKPJ 2025
Pansus DPRD Kota Probolinggo Kuliti LKPJ 2025, Anggaran Budaya Cuma 0,2 Persen, Data Bantuan Siswa Berantakan
Banner Satir Terbentang, Suporter Persipro Gugat Kebijakan Stadion Bayuangga Kota Probolinggo
Usai Renovasi, Sentra Kuliner GOR A. Yani Kota Probolinggo Sepi Pembeli, PKL Sindir Janji Kampanye Wali Kota
Rp17,16 Miliar untuk 7 Proyek 2026, DPRD Kota Probolinggo Warning PUPR: Jangan Sampai Terulang Putus Kontrak
DPRD Kota Probolinggo Sodorkan Solusi THR PPPK, Eksekutif Masih Berlindung Regulasi?
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 18:25 WIB

DPRD Kota Probolinggo Mulai Bahas Kepastian Hukum Imamudin, Forsimapro: Sudah 11 Tahun Tanpa Payung Regulasi

Senin, 29 Juni 2026 - 19:50 WIB

DPRD Kota Probolinggo Perketat Pengawasan Proyek Pedestrian Tjokroaminoto Rp4,8 Miliar

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:11 WIB

DPRD Kota Probolinggo Bantah Isu Pemangkasan, Pastikan Honor Guru Ngaji Tetap Dikawal Hingga 2027

Senin, 20 April 2026 - 12:59 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo Ditunda, Wali Kota Absen di Agenda Krusial LKPJ 2025

Kamis, 9 April 2026 - 13:15 WIB

Pansus DPRD Kota Probolinggo Kuliti LKPJ 2025, Anggaran Budaya Cuma 0,2 Persen, Data Bantuan Siswa Berantakan

Berita Terbaru