APBD 2026 Ditetapkan, Fraksi-Fraksi ‘Menguliti’ Anggaran Pemkot Probolinggo

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO — Rancangan APBD 2026 Kota Probolinggo akhirnya disahkan, namun bukan tanpa guncangan. Rapat paripurna Sabtu (29/11/2025) siang berubah menjadi panggung kritik tajam dari seluruh fraksi DPRD, yang membongkar berbagai pos anggaran yang dinilai janggal, terburu-buru, hingga berpotensi memboroskan uang rakyat.

Satu per satu fraksi angkat suara, menyampaikan peringatan keras kepada Pemkot agar tidak sembarangan mengelola anggaran publik. Suasana paripurna berlangsung panas meski tertib, menunjukkan tingginya kecurigaan legislatif terhadap arah kebijakan fiskal tahun depan.

Golkar: Jangan Cuma Habiskan Anggaran, Tunjukkan Hasilnya!

Fraksi Golkar menyerang pola lama Pemkot yang disebut hanya mengejar tinggi serapan tanpa mengukur dampak program. Golkar menegaskan APBD harus menghasilkan output dan outcome nyata, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar.

Golkar juga memperingatkan agar proyek infrastruktur tidak sekadar membangun fisik, tetapi memperhitungkan keberlanjutan lingkungan. Sistem pengawasan internal diminta diperketat untuk menutup peluang penyimpangan.

PKB: Bongkar Anggaran ‘Kejar Setoran’, Soroti Pos Miliaran yang Tak Jelas

Fraksi PKB menyampaikan kritik paling keras: penyertaan modal Perseroda Bahari Tanjung Tembaga Rp 6,9 miliar dinilai dipaksakan, bahkan direkomendasikan tanpa kejelasan direksi dan komisaris.

Tak berhenti di situ, PKB menyoroti anggaran KORMI Rp 500 juta yang dianggap tidak berdasar, proposal lemah, kegiatan minim manfaat, tapi tetap “ngotot” diajukan.

Baca Juga :  PKB Kota Probolinggo Tolak Raperda Penyertaan Modal: Dinilai Prematur dan Berisiko Bebani APBD

PKB juga menembakkan kritik ke pos anggaran rumah tangga kepala daerah yang menembus lebih dari Rp 3 miliar dan wakil kepala daerah lebih dari Rp 1,4 miliar. Fraksi menyebut pos tersebut rawan pemborosan dan belum memiliki dasar regulasi yang jelas.

PDI Perjuangan: Ingatkan Pemkot, APBD Bukan Dapur Politik

Fraksi PDI Perjuangan memperingatkan bahwa APBD bukan sekadar tabel angka ataupun alat akomodasi kepentingan politik, tetapi penentu arah pembangunan daerah.

Fraksi ini menuntut APBD 2026 benar-benar berpihak kepada rakyat: mulai dari akses infrastruktur, layanan pendidikan dan kesehatan, dukungan bagi petani, hingga program pengentasan kemiskinan dan stunting.

Fraksi Gembira: Pemangkasan BOSDA Bisa Picu Gejolak!

Fraksi Gembira (Gerindra–PPP) menyoal keras penurunan ekstrem alokasi BOSDA bagi sekolah swasta. Mereka memperingatkan kebijakan itu bisa mengancam keberlangsungan sekolah swasta, menimbulkan keresahan, bahkan gejolak di masyarakat.

Fraksi juga meminta bantuan pesantren dan tunjangan guru keagamaan tidak dicoret, mengingat kontribusinya yang besar dalam pendidikan moral dan sosial masyarakat.

NasDem: Stop Anggaran Seremonial, Hentikan Pemborosan Waktu dan Uang

Fraksi NasDem menyampaikan tuntutan tegas: Pemkot harus menghentikan belanja-belanja tak efektif dan tidak memiliki urgensi publik.

Baca Juga :  MK Sudah Putuskan, Tapi Jadwal Pileg Masih Gantung di Tangan DPR

NasDem mendorong optimalisasi PAD melalui digitalisasi perpajakan, inovasi pendapatan legal, dan penggunaan data wajib pajak yang valid. Kenaikan target PAD harus berbasis kajian, bukan sekadar menaikkan angka untuk terlihat agresif.

PKS: Gedor Pemkot Soal Proyek Tanpa DED/FS dan Anggaran PKK Rp 3,9 Miliar

Fraksi PKS mempersoalkan masih adanya paket pekerjaan yang masuk APBD tanpa DED dan FS. Fraksi menegaskan bahwa praktik seperti ini rawan menghasilkan proyek setengah matang dan manfaat yang tidak terasa bagi masyarakat.

PKS juga menyoroti anggaran PKK Rp 3,9 miliar yang dianggap harus dikawal ketat agar tidak menjadi ajang seremonial. Untuk program bantuan fakir miskin, PKS meminta agar tidak hanya peralatan yang diberikan, tetapi modal dan pendampingan usaha hingga benar-benar meningkatkan taraf hidup penerima.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, merespons kritik fraksi dengan menyatakan seluruh catatan akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum APBD ditetapkan. “Akan kita tindak lanjuti setiap catatan DPRD,” ujarnya.

R-APBD 2026 selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur untuk dievaluasi. Wali kota menyebut masukan fraksi penting untuk mengoptimalkan belanja dan pendapatan daerah sebelum penetapan final.

Penulis : Raphel

Berita Terkait

Dari HUT ke-25, Demokrat Kota Probolinggo Hadir Bersihkan Musholla Warga
NasDem Pasang Target 14 Kursi, Bisakah Dini Rahmania Kembalikan Kejayaan di Probolinggo?
Perkokoh Ideologi Bangsa hingga Tingkat Kecamatan, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Labuhan Haji
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Persatuan di Lombok Tengah
Reses Gerindra di Wonoasih, Infrastruktur Jadi Sorotan dan Warga Didorong Ambil Peran di Program Prabowo
Prokir Diperketat, Warga Tak Bisa Lagi Ajukan Bantuan Perorangan
Reses Abdul Mujib Disorot, 40 Usulan Hibah Kambing Warga Wonoasih Masih Mengendap
Perkuat Ideologi Bangsa, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Sosialisasikan 4 Pilar di Montong Gading Lombok Timur
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Dari HUT ke-25, Demokrat Kota Probolinggo Hadir Bersihkan Musholla Warga

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:06 WIB

NasDem Pasang Target 14 Kursi, Bisakah Dini Rahmania Kembalikan Kejayaan di Probolinggo?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:37 WIB

Perkokoh Ideologi Bangsa hingga Tingkat Kecamatan, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Labuhan Haji

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:21 WIB

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Persatuan di Lombok Tengah

Senin, 2 Maret 2026 - 00:24 WIB

Reses Gerindra di Wonoasih, Infrastruktur Jadi Sorotan dan Warga Didorong Ambil Peran di Program Prabowo

Berita Terbaru