PROBOLINGGO – Sebagai Bentuk Komitmen dalam melayani pelanggan, Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo, keluhan masyarakat, saat ada saluran yang tersumbat di rumah warga langsung direspon cepat. Di tengah meningkatnya kebutuhan air menjelang Hari Raya Idul Fitri, petugas turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan.
Laporan disampaikan oleh Soni Hariyanto, warga Kaplingan Sukoharjo, yang mengaku air di rumahnya tidak normal sejak 20 Maret 2026. Menindaklanjuti hal itu, tim Perumdam tanpa menunggu lama segera melakukan pengecekan.
“Hasil di lapangan, air sebenarnya masih ada di meteran utama, tapi tekanannya kecil sehingga tidak bisa naik ke dalam rumah,” jelas Kepala Seksi Humas Perumdam Bayuangga, Agus Sugianto, Senin (23/3/2026).
Kondisi tersebut membuat aktivitas rumah tangga terganggu. Air tidak mengalir ke kamar mandi maupun dapur, bahkan kran di dalam rumah sempat tidak mengeluarkan air sama sekali.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan membuka meteran air. Saat meteran dilepas, air mengalir normal. Namun ketika dipasang kembali, tekanan kembali melemah. Dari situ, petugas menduga ada sumbatan di jaringan pipa atau meteran, ditambah tekanan distribusi yang belum maksimal.
Tak ingin warga terlalu lama kesulitan, petugas langsung mencari solusi cepat di lapangan. Salah satunya dengan menyambungkan aliran air dari rumah tetangga untuk membantu mendorong tekanan.
Upaya sederhana namun efektif itu berhasil. Air kembali mengalir hingga ke dalam rumah, sehingga kebutuhan dasar warga bisa terpenuhi.
“Ini langkah darurat agar pelanggan tetap bisa menggunakan air. Untuk penanganan permanen, kami akan lanjutkan evaluasi teknis di jaringan,” ujar Agus.
Selain itu, tim teknis juga terus bergerak melakukan penelusuran kemungkinan adanya titik sumbatan maupun kebocoran sebagai bagian dari perbaikan menyeluruh.
Menariknya, pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB, aliran air di rumah pelanggan dilaporkan sudah kembali normal. Meski begitu, Perumdam memastikan tidak akan berhenti sampai di situ.
“Kami tetap tindak lanjuti. Hasil di lapangan sudah kami laporkan ke pimpinan dan akan dievaluasi bersama tim teknik,” tambahnya.
Respon cepat ini menjadi bentuk komitmen Perumdam Bayuangga dalam menjaga layanan, terlebih di momen penting seperti Lebaran, saat kebutuhan air bersih masyarakat meningkat.
Ke depan, evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan, terutama di wilayah dengan tekanan air yang masih lemah, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Penulis : Raphel






