Penutupan Mie Gacoan Suroyo Bikin Ratusan Ojol di Probolinggo Sepi Order, Penghasilan Anjlok

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Penutupan sementara operasional Mie Gacoan di Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, berdampak besar terhadap ratusan driver ojek online (ojol).

Sejak gerai makanan cepat saji yang dikenal paling ramai orderannya di Probolinggo itu berhenti beroperasi, para driver mengaku kehilangan ratusan order setiap hari.

Junaedi (53), salah seorang driver ojol, mengungkapkan bahwa Mie Gacoan selama ini menjadi sumber utama orderan food delivery. Bahkan, sebagian besar driver mengandalkan resto tersebut sebagai mata pencaharian.

“Biasanya per orang bisa dapat 10–15 orderan dari Gacoan sehari. Kalau ada 30 driver saja, berarti ada sekitar 300 orderan yang berputar. Setelah Gacoan ditutup, praktis hilang semua. Banyak teman yang akhirnya tidak punya penghasilan harian,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Baca Juga :  Kapolres Probolinggo Kota Kunjungi Dandim 0820, Perkuat Soliditas dan Sinergitas TNI–Polri

Menurutnya, sebagian driver yang sebelumnya fokus mengambil order makanan kini beralih ke layanan penumpang.

Namun, pergeseran itu justru memicu persaingan ketat antar-driver.

“Yang biasanya spesialis makanan pindah ke penumpang. Akhirnya penumpang yang jumlahnya sedikit direbut oleh banyak driver. Yang sudah lama di layanan penumpang pun ikut terdampak,” tambahnya.

Efek domino juga dirasakan dalam pola kerja para driver. Sebagian terpaksa memperpanjang jam kerja hingga malam atau yang disebut “ngalong”, demi mengejar pemasukan.

Kondisi ini, kata Junaedi, memukul para driver yang sudah terbiasa mengambil shift malam karena pekerjaan utama mereka di siang hari.

Baca Juga :  Geger Dini Hari! Bayi Perempuan Dibuang di Tepi Jalan Desa Pohsangit Leres Probolinggo

Melihat dampak ekonomi yang signifikan ini, Junaedi bersama komunitas ojol berharap ada perhatian dari pemerintah.

Ia mengusulkan agar ada program khusus untuk mendorong ASN menggunakan jasa ojol setidaknya beberapa kali dalam seminggu.

“Kalau ASN berangkat dan pulang kantor pakai ojol, meskipun seminggu sekali atau tiga kali seminggu, itu bisa sangat membantu. Dengan gaji yang tetap, ASN bisa berbagi rezeki lewat order ojol, dan ini bentuk kepedulian untuk mengangkat ekonomi kami di akar rumput,” pungkasnya.

Penulis : Raphel

Berita Terkait

MUI Kota Probolinggo Kecam Konten Challenge Miras
CV Melangkah Maju Diduga Langgar Izin Tambang dan Kawasan Hutan di Probolinggo, Polisi Diminta Selidiki
Bukan Sekadar Realisasi, DPRD Kota Probolinggo Tuntut Bukti Nyata Kinerja Pemkot 2025
Penguatan Tim Pudam,dan Memaksimalkan Kinerjanya di tengah Lebaran Sebagai Bentuk Melayani Pelanggan
Ansor Kota Probolinggo Ranting Sumbertaman Jemput Bola, Sasar Duafa dan Balita Gizi Kurang
Tak Difasilitasi, Malah Dipungut: Komunitas Karapan Sapi Brujul Wadul DPRD Kota Probolinggo
Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Tegaskan Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Komisi I DPRD Probolinggo Keluarkan Rekomendasi Tegas Terkait Polemik Homestay Hadi’s
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:23 WIB

MUI Kota Probolinggo Kecam Konten Challenge Miras

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:17 WIB

CV Melangkah Maju Diduga Langgar Izin Tambang dan Kawasan Hutan di Probolinggo, Polisi Diminta Selidiki

Senin, 13 April 2026 - 16:53 WIB

Bukan Sekadar Realisasi, DPRD Kota Probolinggo Tuntut Bukti Nyata Kinerja Pemkot 2025

Senin, 23 Maret 2026 - 17:40 WIB

Penguatan Tim Pudam,dan Memaksimalkan Kinerjanya di tengah Lebaran Sebagai Bentuk Melayani Pelanggan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:46 WIB

Ansor Kota Probolinggo Ranting Sumbertaman Jemput Bola, Sasar Duafa dan Balita Gizi Kurang

Berita Terbaru