PROBOLINGGO – Suasana rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Kota Probolinggo dengan LSM Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) berubah panas dan nyaris ricuh, Kamis (18/9/2025) siang. Ketegangan meletup saat isu perjudian sabung ayam diangkat ke meja rapat.
Awalnya, RDP yang digelar Komisi I DPRD berlangsung tenang. Namun, atmosfer mendadak tegang ketika Ketua Komisi I, Ida Junaidah (Fraksi PDI Perjuangan), bersama Amir Mahmud (Fraksi Golkar), beradu argumen sengit dengan Ketua LSM GMPK, Solehudin.
Suara meninggi, meja nyaris terbanting, dan emosi memuncak hingga membuat suasana ruang sidang bergetar.
Ketegangan semakin memanas sampai sejumlah peserta rapat dan jurnalis harus turun tangan menenangkan Solehudin yang terlihat tak terbendung amarahnya.
Rapat pun sempat dihentikan beberapa menit untuk meredakan suasana sebelum akhirnya kembali dilanjutkan.
Dalam pernyataannya, Solehudin menegaskan kedatangan GMPK adalah untuk menyampaikan keresahan rakyat terkait dua arena sabung ayam yang sudah lama beroperasi namun tak kunjung disentuh aparat hukum. Lokasinya berada di Kelurahan Wirborang dan Kelurahan Kebonsari Wetan.
“Kami sudah melapor ke pihak berwajib, tapi tidak ada hasil. Bahkan ada indikasi oknum yang ikut bermain di balik praktik haram ini,” tegas Solehudin lantang.
“DPRD ini wakil rakyat, harus dengar jeritan masyarakat. Jangan diam, karena diam berarti membiarkan perjudian merajalela!” tambahnya penuh emosi.
Tak hanya itu, Solehudin juga melontarkan ancaman keras. Jika aspirasinya kembali diabaikan, ia bersama masyarakat dan tokoh ulama berjanji akan menggelar aksi besar-besaran di jalanan.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Zainul Fathoni (Fraksi PPP), menegaskan bahwa hasil RDP akan dituangkan dalam rekomendasi resmi kepada Wali Kota.
“Ada dua poin penting yang kami tekankan. Pertama, perlu ada pembinaan masyarakat dengan melibatkan perangkat RT/RW, LPM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Polisi RW, serta tokoh masyarakat agar perjudian bisa ditekan.
Kedua, pemerintah daerah harus lebih sigap merespons laporan warga demi menjaga kepercayaan publik,” ujar Zainul dengan nada tegas.
Meski sempat diwarnai ketegangan dan nyaris pecah, rapat akhirnya ditutup dengan damai. Kedua belah pihak berjabat tangan dan berjanji mengawal persoalan ini hingga tuntas.
Penulis : Raphel






