Aset Daerah Dipertanyakan, Gerindra Singgung Monopoli Lahan dan Evaluasi Pengelola

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Probolinggo secara terbuka menyoroti persoalan laten pengelolaan aset produktif daerah, khususnya lahan pertanian, yang dinilai sarat ketimpangan dan berpotensi merugikan keuangan daerah.

Isu tersebut mengemuka dalam dialog Ngobrolin Pikiran Insan Media (Ngopi India) bertema “Refleksi 2025, Optimis Menatap 2026” yang digelar di Warung Bebek Cak Mangun, jumat (2/1/2026). Forum ini menjadi ruang kritik konstruktif antara Fraksi Gerindra dan insan media se-Kota Probolinggo.

Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Riyadlus Shalihin Firdaus, menyebut pengelolaan aset pertanian selama ini cenderung dikuasai pihak tertentu dalam jangka panjang, sementara petani lokal justru kesulitan mengakses lahan milik pemerintah.

Baca Juga :  Di Tengah Guyuran Hujan, Rumah Warga Posangit Lor Probolinggo Ludes Terbakar

Ia juga menyoroti lemahnya evaluasi terhadap pihak ketiga pengelola aset daerah. Menurut Riyadlus, pengawasan baru dilakukan ketika terjadi tunggakan retribusi, bukan sebagai mekanisme rutin yang menjamin keadilan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Evaluasi biasanya baru bergerak kalau ada masalah pembayaran. Padahal, ketidakpatuhan pengelola jelas berpotensi menggerus PAD,” tegasnya.

Lebih jauh, Riyadlus menilai praktik penguasaan lahan berskala besar oleh segelintir pihak berpotensi menciptakan ketimpangan struktural di sektor pertanian. Fraksi Gerindra, kata dia, mendorong perubahan paradigma agar aset daerah tidak menjadi ladang eksklusif, melainkan instrumen kesejahteraan petani.

Sebagai langkah korektif, Fraksi Gerindra telah mendesak bagian aset dan BPPKAD untuk melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari menghentikan monopoli pengelolaan aset, memprioritaskan petani lokal yang benar-benar menggantungkan hidup dari sektor pertanian, hingga melakukan redistribusi lahan dengan memangkas porsi pengelolaan pihak berskala besar.

Baca Juga :  Dana Talangan Rp227 Juta Tak Kembali, Warga Ledhokombo Probolinggo Gugat Kades

“Kebijakan aset harus adil. Jangan sampai petani lokal hanya menjadi buruh di atas lahan milik pemerintah,” ujarnya.

Riyadlus memastikan pengawalan kebijakan ini tidak berhenti pada wacana. Ia mengklaim, sejumlah warga yang sebelumnya mengadu kini mulai memperoleh kembali hak kelola lahan yang selama ini didominasi kelompok tertentu.

“Saya kawal langsung sejak awal. Sekarang warga mulai mendapatkan haknya. Aset daerah tidak boleh terus dikuasai segelintir pihak,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Raphel

Berita Terkait

MUI Kota Probolinggo Kecam Konten Challenge Miras
CV Melangkah Maju Diduga Langgar Izin Tambang dan Kawasan Hutan di Probolinggo, Polisi Diminta Selidiki
Bukan Sekadar Realisasi, DPRD Kota Probolinggo Tuntut Bukti Nyata Kinerja Pemkot 2025
Penguatan Tim Pudam,dan Memaksimalkan Kinerjanya di tengah Lebaran Sebagai Bentuk Melayani Pelanggan
Ansor Kota Probolinggo Ranting Sumbertaman Jemput Bola, Sasar Duafa dan Balita Gizi Kurang
Tak Difasilitasi, Malah Dipungut: Komunitas Karapan Sapi Brujul Wadul DPRD Kota Probolinggo
Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Tegaskan Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Komisi I DPRD Probolinggo Keluarkan Rekomendasi Tegas Terkait Polemik Homestay Hadi’s
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:23 WIB

MUI Kota Probolinggo Kecam Konten Challenge Miras

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:17 WIB

CV Melangkah Maju Diduga Langgar Izin Tambang dan Kawasan Hutan di Probolinggo, Polisi Diminta Selidiki

Senin, 13 April 2026 - 16:53 WIB

Bukan Sekadar Realisasi, DPRD Kota Probolinggo Tuntut Bukti Nyata Kinerja Pemkot 2025

Senin, 23 Maret 2026 - 17:40 WIB

Penguatan Tim Pudam,dan Memaksimalkan Kinerjanya di tengah Lebaran Sebagai Bentuk Melayani Pelanggan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:46 WIB

Ansor Kota Probolinggo Ranting Sumbertaman Jemput Bola, Sasar Duafa dan Balita Gizi Kurang

Berita Terbaru