Askot PSSI Kota Probolinggo Murka, Lapangan Inti Stadion Bayuangga Disulap Jadi Arena Event Tanpa Izin

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Aroma kemarahan menyeruak dari Stadion Bayuangga Kota Probolinggo. Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI, Eko Purwanto, meluapkan kekesalannya setelah lapangan inti stadion yang seharusnya menjadi jantung latihan para pesepak bola, mendadak disulap menjadi arena event tanpa pemberitahuan sedikit pun.

Eko merasa dilecehkan karena pihaknya tidak pernah dilibatkan, bahkan sekadar diberi tahu.

“Kami sama sekali tidak pernah diberitahu! Terakhir kami hanya dilibatkan saat stadion dipakai untuk rangkaian Hari Jadi Kota Probolinggo. Kalau event ini? Tidak ada kabar sama sekali,” tegasnya dengan nada tinggi, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga :  Bromo Kembali Dilanda Kebakaran di Tebing Seruni Point, Aktivitas Wisata Terganggu

Menurut Eko, kesepakatan awal bersama Wali Kota jelas: lapangan inti haram dipakai untuk kegiatan non-olahraga.

Hanya area pinggir stadion yang boleh digunakan. Tetapi kenyataannya, aturan itu dilanggar terang-terangan.

“Saya bahkan tidak tahu ini event apa, batik atau line dance. Yang jelas, saya tidak pernah diajak rapat koordinasi. Ini sudah kelewatan,” ujarnya penuh nada kecewa.

Askot PSSI pun tegas menyatakan keberatan dan menolak keras penggunaan lapangan inti stadion. Baginya, tindakan itu tidak hanya menyalahi aturan, tetapi juga berpotensi merusak fasilitas dan mengganggu rutinitas atlet.

Baca Juga :  Di Tengah Kontroversi MBG, Kota Probolinggo Pilih Berbenah: Tambah Dapur, Perketat Standar, Dorong Produk Lokal

“Kami menolak keras! Tapi ya, apalah daya kami,” tandasnya dengan nada getir.

Kemarahan Askot PSSI ini seolah menjadi tamparan keras bagi pihak penyelenggara event. Stadion Bayuangga, ikon olahraga kebanggaan warga Probolinggo, kini dipertaruhkan martabatnya, arena sepak bola yang seharusnya sakral justru diacak-acak tanpa koordinasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Raphel

Berita Terkait

MUI Kota Probolinggo Kecam Konten Challenge Miras
CV Melangkah Maju Diduga Langgar Izin Tambang dan Kawasan Hutan di Probolinggo, Polisi Diminta Selidiki
Bukan Sekadar Realisasi, DPRD Kota Probolinggo Tuntut Bukti Nyata Kinerja Pemkot 2025
Penguatan Tim Pudam,dan Memaksimalkan Kinerjanya di tengah Lebaran Sebagai Bentuk Melayani Pelanggan
Ansor Kota Probolinggo Ranting Sumbertaman Jemput Bola, Sasar Duafa dan Balita Gizi Kurang
Tak Difasilitasi, Malah Dipungut: Komunitas Karapan Sapi Brujul Wadul DPRD Kota Probolinggo
Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Tegaskan Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Komisi I DPRD Probolinggo Keluarkan Rekomendasi Tegas Terkait Polemik Homestay Hadi’s
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:23 WIB

MUI Kota Probolinggo Kecam Konten Challenge Miras

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:17 WIB

CV Melangkah Maju Diduga Langgar Izin Tambang dan Kawasan Hutan di Probolinggo, Polisi Diminta Selidiki

Senin, 13 April 2026 - 16:53 WIB

Bukan Sekadar Realisasi, DPRD Kota Probolinggo Tuntut Bukti Nyata Kinerja Pemkot 2025

Senin, 23 Maret 2026 - 17:40 WIB

Penguatan Tim Pudam,dan Memaksimalkan Kinerjanya di tengah Lebaran Sebagai Bentuk Melayani Pelanggan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:46 WIB

Ansor Kota Probolinggo Ranting Sumbertaman Jemput Bola, Sasar Duafa dan Balita Gizi Kurang

Berita Terbaru