PROBOLINGGO – Pasca penyerangan brutal oleh sekelompok gengster di salah satu kafe di Kota Probolinggo beberapa hari lalu, LSM Harimau menyoroti lemahnya sistem keamanan di tingkat bawah.
Aksi kekerasan yang meresahkan warga ini dinilai telah mengganggu kamtibmas dan menunjukkan belum optimalnya kinerja Polisi RW di wilayah setempat.
Sekretaris Wilayah LSM Harimau Kota Probolinggo, Ahmad Sumedi, mengatakan bahwa keberadaan Polisi RW seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan dan mendeteksi potensi gangguan sosial sejak dini.
“Peristiwa penyerangan ini membuktikan bahwa fungsi Polisi RW di Kota Probolinggo belum berjalan maksimal. Kami berharap mereka lebih aktif turun ke masyarakat, berbaur, dan melakukan langkah-langkah preventif agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Sumedi, pada rabu (29/10/2025) malam
Ia menilai, aparat keamanan di tingkat RW perlu bekerja secara profesional dengan meningkatkan patroli, komunikasi, dan pengawasan di wilayah masing-masing.
Selain itu, LSM Harimau menyatakan siap bekerja sama dengan aparat pemerintah dan penegak hukum untuk menjaga ketertiban di Kota Probolinggo.
“Kami siap bersinergi dengan APH dan Pemerintah Kota untuk memastikan keamanan tetap terjaga. Kepada para pemuda, kami mengimbau agar menyalurkan energi pada hal-hal positif dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya.
Tak hanya itu, Sumedi juga meminta Pemerintah Kota Probolinggo untuk memperkuat sistem keamanan dengan membangun infrastruktur pendukung seperti kamera pengintai (CCTV) di setiap RT/RW maupun titik-titik vital.
“Kami berharap Pemkot bisa membuat program pemasangan CCTV dan memberi subsidi bagi warga. Harga unitnya cukup tinggi, sehingga bantuan pemerintah akan meringankan beban masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, ia mendesak pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus penyerangan kafe tersebut secara serius.
“Kami harap kepolisian bisa segera mengungkap para pelaku gengster kemarin, minimal dengan menaikkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan,” tegasnya.
Ahmad Sumedi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keamanan Kota Probolinggo adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah menjadi kunci untuk mengembalikan rasa aman di tengah warga.
Penulis : Raphel






